Sidak Komisi II DPRD Minut, Sentra Medika Hospital International Akan diundang Hearing

MINUT-GoldenNews.co.id, Minahasa Utara — Pihak RS Sentra Medika Hospital tak bisa mengelak terkait dengan masalah sampah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang ramai diberitakan oleh insan media beberapa waktu belakangan ini.

 

Mirinya Limbah Medis Bahan Berbahaya dan Beracun  Sentra Medika Hospital International Minut tidak dikelola dengan baik.

 

Setelah mendapatkan informasi dan menyimak setiap pemberitaan dari insan pers Minut, Ketua Komisi Dua (II) Stendy S Rondonuwu Dewan Perwakilan Rakyat Minahasa Utara langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di lokasi Sentra Medika Hospital International.

 

Dari hasil Sidak oleh komisi II DPRD kabupaten Minahasa Utara (Minut) didapati sampah limbah medis di seputaran SMH memang benar adanya. Selasa (4/10/2922).

 

Limbah medis berserakan di lahan terbuka milik dari SMH dan sebagian sudah di bakar, ada juga yang di kubur dalam tanah guna menghilangkan jejak bahw SMH tidak melakukan pencemaran lingkungan atau ada upaya untuk menghilangkan barang bukti (babuk).

 

Sampah B3 ini ditemukan dibawah timbunan tanah diduga ada unsur kesengajaan dari pihak SMH padahal sebelumnya, hasil investigasi Sekjen LP3S Sulut Calvin beberapa hari lalu, sampah medis ini berserakan di atas tanah, bukan di bawah timbunan seperti ini.

Baca juga:   Pokja Diduga Atur Pemenang Tender di Pemkab Mimika, Inakor segera Lapor ke KPK

 

Sampah medis B3 yang ditemukan berupa jarum suntik, alat tes sweb, juga kain yang dipenuhi bercak darah.

Saat di mintai keterangan dari pihak SMH Dr. Ivan selaku Wakil Direktur Sentra Medika Hospital International terkait temuan tang didapati oleh Komisi II, bersama SekJen LP3S serta insan Pers tidak bisa memberikan penjelasan.

 

“Kami siap mengikuti arahan dari Komisi II untuk dilakukan Hearing (Rapat Dengar Pendapat) Bersama Instansi terkait” Ungkapnya.

 

Sekjen LP3S, Calvin pun angkat bicara

Dirinya meminta saat hearing oleh komisi II DPRD nanti pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minahasa Utara agar bisa hadir dan mempertanggungjawabkan  hasil dari turun lapangan beberapa waktu lalu.

Sebab hingga saat ini, tidak ada konfirmasi dari DLH apa saja yang mereka temui sewaktu investigasi di SMH.

“Kinerja yang tidak jelas dari DLH Minut, supaya dijelaskan nanti saat hearing dengan komisi II DPRD apa saja hasil sewaktu mereka turun lapangan. Sampai saat ini tidak jelas Ada apa?” Ungkap Calvin

Baca juga:   Piet Kuerah Sampaikan Alasan Mengapa Jerry Sambuaga Layak Jadi Wakil Sulut di DPR RI

 

Menurutnya,sudah waktunya pimpinan daerah dalam hal ini Bupati, supaya mengambil langkah dengan pejabat yang lebih berkualitas

 

“Aneh, sudah dua kali turun lapangan, tapi tidak ada kejelasan hasilnya. Sudah waktunya bupati mengganti oknum pejabat seperti ini. Masih banyak yang berkualitas dan pantas untuk memegang jabatan di DLH Minut ini,” tandas Calvin.

 

Terpisah Kadis DLH Minut Marthen Sumampow dikonfirmasi melalui Telepon seluler pada Rabu (5/10/2022) mengatakan, benar pihak DLH sudah turun lapangan. Dan dalam hal ini, pihak RS SMH sudah ditegur  dan telah menanda tangani berita acara.

 

“Benar kami sudah turun lapangan, dan sesuai prosedur kami telah memberikan teguran kepada pihak SMH dalam hal penanganan sampah medis ini. Dan pihak RS telah menandatangani berita acara” jelas Marthen.

 

(fds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *