Premanisme Ala SMP 4 Kotamobagu’Haga Span” Diminta Kadis Pendidikan Kotamobagu Jangan Diam.

KOTAMOBAGU-GOLDENNEWS.Co.id-Senin(10/10/22) Kembali dunia pendidikan Sekolah Menengah pertama(SMP.4)dikotamobagu menggegerkan,pasalnya melakukan pengeroyokan dengan Tindak kekerasan terhadap Siswa Sekolah Menengah pertama(SMP.1) Kotamobagu,pada hari jumat(7/10/22)

sampai babak Belur dengan Luka luka lecet sampai mengalami pusing kepala akibat benturan pukulan dan benda tumpul.korban Adalah siswa SMP 1 bernama’Yohanes Potuge(15) Tahun.
Diduga pelaku pengeroyokan berjumlah 4 orang
1.Yunior Kelas 9 (Smp 4)
2.Fata kelas 8 (Smp 4)
3.Beta (belum diketahui kelas berapa)
4.Fitra.(Belum diketahui kelasnya).

Atas kejadian yang menimpa korban’Yohanes Potuge pada jumat(7/10)Di dampingi Orang tua korban”Misna Datunugu(38) langsung melaporkan kejadian tersebut ke polres kotamobagu,dengan dasar STTLP/702.a/X/2022/SPKT POLRES KTG/POLDA SULUT. Dari pantauan Awak media kepihak polres kotamobagu senin(10/10) laporanya sudah dalam Tahap proses.

Baca juga:   Salam Dua Jari Berkumandang, Relawan dan Komunitas Dua Bersemangat Topang Jerry Sambuaga ke DPR RI

“Sekiranya laporan ini cepat jalan dengan baik prosesnya,karena kami sudah memvisum Anak kami,jelas Misna, penuh Harap.

Kepala Sekolah SMP 4 kotamobagu” Erni Mokoginta ketika dikonfirmasi Langsung diruang kerjanya,membenarkan Kejadian tersebut” saya langsung mendapat laporan lewat Whatshap’ Dan kejadian itu pak sudah diluar jam sekolah tuturnya,Sebagai pihak sekolah kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali,dan kami akan berkordinasi dengan pihak wali kelas,untuk dapat segera mengambil tindakan dalam pembinaan kepada beberapa terduga Anak didik Kami.
“Saya Berharap sekiranya jagan dulu ada pemberitaan melalui media,sebab kami menunggu dulu proses dari kepolisian untuk tindak lanjutanya pak, mengingat Mental anak anak ini akan Terpukul,jika di buli oleh teman temanya,Tutup Kepsek  SMP 4″Erni Mokoginta.
■Opo.M.Lokong■

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *