Diminta Polda Sulut Seriusi Dugaan Korupsi Milyaran Rupiah Proyek Jalan Penghubung Tiga Desa di Bolmong Tambun,Imandi, UUan

Bolmong356 Views

GOLDEN NEWS.com BOLMONG >||Kamis(02/2/23) –Kurangnya pengawas dari pihak terkait mengakibatkan proyek pekerjaan pengaspalan jalan penghubung tiga desa di kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak sesuai spek alias amburadul,sampai berita ini Naik tayang kembali pada hari  Kamis (02/02) proyek pekerjaan yang berbanderol Milyaran Rupiah Mandek,tidak di lanjutkan perbaikan pekerjaanya.
Pasalnya, PT AARON PERDANA sebagai pelaksana proyek peningkatan jalan penghubung tiga desa tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp. 7.887.788.000 (Tujuh Miliar lebih) diduga anggaranya telah habis akibat dikorupsi dan tidak dapat melanjutkan pekerjaan tahap perbaikan kembali.

Fto.PPTK Anwar Lobud ST.Yang di duga mengelabui warga masyarakat 3 desa tambun, imandi, Uuan dengan memarkir dua buah Alat berat dijalan proyek bermasalah.

Terpantau Awak media dalam investigasi di lapangan pada Rabu(01/01) benar adanya pihak Pekerjaan Umum(PU) melalui PPTK”Anwar Lobud sejak bulan Oktober 2022 menyampaikan bahkan ada perbaikan kembali jalan tersebut dan dalam waktu dekat sudah akan Exen,Namun sayang saat Awak media kembali investigasi dan menyusuri jalan proyek tersebut tidak ada kegiatan sama sekali,bahkan hanya terlihat dua alat berat sedang diparkir, menandakan bahwa kelanjutan pekerjaan sudah akan di laksanakan, Namun sayang,Diduga PPTK “Anwar Lobud mengelabui warga masyarakat imandi,tambun Uuan,termasuk Awak media saat mewawancarai dirinya dibulan Oktober silam.

“Jhon Saroinsong Tokoh masyarakat pemerhati aspirasi warga desa imandi dan tambun menduga ada kongkalingkong antara Pelaksana Proyek dan PPTK serta PPK Dinas pekerjaan umum propinsi (PU).Meminta agar APH Tipiter Polda sulut untuk tinjau dan lidik aroma Korupsi pada proyek pekerjaan rehababilitasi pekerjaan jalan penghubung tiga desa Imandi,Tambun,Uuan di kecamatan Dumoga kabupaten Bolmong.
Menurutnya, Pekerjaan jalan penghubung tiga desa yang diduga tak sesuai spek dan mengakibatkan kerugikan negara terus menuai kritik dan sorotan dari berbagai sosial kontrol. Bahkan dalam Waktu dekat Kami akan melaporkan pekerjaan tersebut ke subdit Tipikor Polda Sulut.
“Jangan membodohi warga masyarakat dengan memarkir kenderaan alat berat jenis stongwals dan greder di jalanan yang belum diselesaikan,seakan masyarakat memahami bahwa pekerjaan yang berbau korupsi,sudah akan diperbaiki.Dan kami mewakili suara warga masyarakat dumoga bersatu meminta agar pekerjaan yang asal jadi pengaspalanya harus di perbaiki total sesuai anggaran 7 milyar lebih,Bukan di lakukan tambal sulamTegas Jhon.

Baca juga:   Astaga! Ada SHM di Atas Lahan Milik PU-Balai Sungai di Mopuya

Pantauan media pada selasa(31/01) dilokasi pekerjaan pengaspalan jalan nampak jelas amburadul, sangat jelas terlihat kerusakan jalan. Pun- nampak jalan kelihatan utuh tapi sudah mulai berlubang dengan diameter bervariatif.
Tak hanya itu, Pantauan media dilanjutkan masuk lebih kedalam. Setiba di dalam, kita disajikan dengan pemandangan jalan yang rusak, terlihat bukaan aspal sebagai lapisan atas sudah terlepas menganga, juga kerusakan nampak pada lapisan bagian bawah. Melintasi proyek peningkatan jalan penghubung tiga desa tersebut bagaikan berjalan di sungai kering.

Terpisah Awak media Mengkonfirmasikan kepada PPTK dinas pekerjaan Umum propinsi selasa(31/01) Terkait Lambanya pekerjaan yang di duga Dananya telah Raib di gerogoti oleh oknum oknum pelaksana proyek,serta dugaan sebelumnya ada upaya penyuapan ke oknum wartawan,agar pekerjaan yang berbau korupsi agar tidak di publiskan menyampaikan Bahwa”Sisa menunggu produksi Aspal dari AMP, jawabnya singkat melalui pesan whatshap.tanpa menjelaskan secara detail atas tanggapanya.

Baca juga:   Ditinjau Kapolres Bolmong Layanan Unit Regident Lantas Polres Bolmong Segera Beroperasi

Kita tau bersama, Subdit Tipikor Polda Sulut pada bulan november 2022 telah menetapkan 4 tersangka kasus korupsi di Bolmong., Yakni MT, CW, AK, DS (kadis PU & kontraktor) dalam proyek pekerjaan jalan pontodon – insil yang mengakibatkan kerugikan negara miliaran rupiah.
Kiranya dugaan kasus inipun diminta polda sulut sekali lagi untuk dapat menseriusi dan melidik respon cepat atas dugaan kasus yang merugikan negara.

Hingga berita ini di publish, pihak pelaksana PT AARON PERDANA, PPK Frangky Rawung, kepala dinas PU Provinsi Sulut Alexander Wattimena sulit dihubungi, namun awak media akan terus berupaya menghubungi.

■OpoLokong/Timredaksi■

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *